Tampilkan postingan dengan label Alih Fungsi Lahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alih Fungsi Lahan. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Januari 2011

Ratusan Ha Areal Sawah Beralih Fungsi

Sun, Jan 9th 2011, 09:23

BLANGPIDIE–Ekses kerusakan irigasi induk Jeumpa yang berlokasi di Dusun V Cot Jeumpa, Desa Kuta Jeumpa, Kecamatan Jeumpa, Abdya, menyebabkan ratusan hektare lahan persawahan masyarakat beralih fungsi menjadi areal perkebunan cokelat dan palawija. Warga berharap pemerintah agar membenahi kembali kerusakan irigasi induk tersebut, sehingga penyusutan areal parsawahan yang semestinya tidak terjadi bisa segera terantisipasi.

Kerusakan irigasi induk ini terjadi ketiga banjir bandang melanda kawasan itu, dua tahun lalu. Pascakejadian itu ratusan hektare areal persawahan rakyat di Desa Kuta Jeumpa dan Alue Sungai Pinang tak bisa difungsikan lagi karena ketiadaan pasokan air dari irigasi yang sudah ambruk total terssbur.

“Sebagian lahan sawah warga terpaksa menjadi lahan tidur karena tidak pernah lagi digarap. Sebagian lagi dimanfaatkan untuk areal perkebunan cokelat, dan sebagian lagi ditanami palawija jenis kacang tanah dan cabai,” kata tokoh muda Jeumpa, Julida Fisma, kepada Serambi, Sabtu (8/1), saat meninjau lokasi irigasi ambruk itu.

Julida berharap kepada pemerintah untuk bisa membangun kembali irigasi induk Kecamatan Jeumpa itu. Sebab, jika kondisi ini terus dibiarkan maka penyusutan areal persawahan di kecamatan dimaksud akan terus terjadi, dan hasil gabah yang semestinya mampu mencukupi kebutuhan masyarakat setempat akan terus merosot.

“Bayangkan, jika lahan mengalami penyusutan otomatis dengan sendirinya hasil gabah di kecamatan Jeumpa juga akan terus berkurang. Sebab, lahan persawahan yang masih produtif itu hanya cukup untuk kebutuhan pemilik lahan,” kata Julida Fisma.

Dia juga mengatakan, pasca-ambruk dan tak berfungsinya irigasi induk tersebut, sebagian besar masyarakat setempat terpaksa harus membeli beras. Sebab, areal persawahan rakyat yang seyogianya mampu mencukupi kebutuhan gabah di daerah itu tidak dapat lagi berprodusksi sebagaimana mestinya. “Ya, kita berharap Pemkab Abdya maupun pemerintah provinsi segera menindaklanjuti persoalan ini. Sebab, jika kondisi itu tidak segera tertangani, maka masyarakat akan terus-terusan membeli beras,” kata Julida.

Camat Jeumpa, Mussawir, S.Sos, MSi, yang dihubungi Serambi, Sabtu (8/1), via telepon selulernya mengakui bahwa ekses ambruknya irigasi induk Kecamatan Jeumpa itu sebagian besar masyarakat setempat kehilangan tempat bertanam padi. Ia berharap Pemerintah Provinsi bisa memberi perhatian khusus dengan cara membangun kembali irigasi induk yang ambruk tersebut.

“Kita sudah mengusulkan pembangunan irigasi tersebut di tingkat kabupaten. Namun, karena keterbatasan anggaran belum bisa ditindaklanjuti. Bahkan, Dinas PU Abdya sudah turun langsung ke lokasi, namun karena tidak tersedianya anggaran menyebabkan irigasi induk tersebut belum bisa dibangun,” pungkasnya.(tz)

Sumber : Serambinews.com

Areal Sawah Ditanami Sawit

Sat, Jan 8th 2011, 14:30

BLANGPIDIE – Ratusan hektar lahan persawahan di Kecamatan Jeumpa, Aceh Barat Daya (Abdya) ditanami sawit, cokelat dan palawija. Ini dampak tidak berfungsinya irigasi setelah hancur diterjang banjir bandang, dua tahun lalu. Karena tak ada air, lahan sawah itu terpaksa dijadikan areal pekerbunan dan sebagian lagi jadi lahan tidur."Di Desa Kuta Jeumpa dan Alue Sungai Pinang tak bisa difungsikan lagi karena ketiadaan pasokan air dari irigasi yang sudah ambruk. Maka kami tanam cokelat, kacang tanah dan cabai,” kata Julida Fisma, warga Jeumpa kepada Serambinews.com, Sabtu (8/1).

Masyarakat berharap Pemkab Abdya bisa membangun kembali irigasi induk kecamatan Jeumpa itu. Akibat tidak ada irigasi, areal persawahan tak bisa digarap. Jika kondisi itu tidak segera ditangani, masyarakat setempat akan terus-terusan membeli beras. Padahal Pemkab Abdya sudah meluncurkan program Swasembada Pangan. "Ekses ambruknya irigasi induk Kecamatan Jeumpa itu, saat ini sebagian besar masyarakat setempat kehilangan tempat bertanam padi, akibat tidak ada pengairan," kata Camat Jeumpa, Mussawir yang berharap Pemerintah Provinsi bisa memberi perhatian khusus dengan cara membangun kembali irigasi induk yang ambruk tersebut.(taufiq Zass)

Sumber : Serambinews.com